Uji Sifat Fisik dan Antibakteri Salep Ekstrak Daun Katuk (sauropus androgynus (l) merr.)

Saifudin Zukhri, Kencana Murni Sari Dewi, Nurul Hidayati

Abstract


Abstrak

Penenlitian terdahulu telah menemukan bahwa daun katuk (Sauropus androgynus L (Merr.)) memiliki kandungan tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid yang mampu memberikan efek antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  konsentrasi ekstrak daun katuk yang paling memenuhi kriteria  sifat fisik salep yang baik dan daya hambat pertumbuhan  Staphylococcus aureus yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, simplisia daun katuk sebanyak 100 gram dieksteraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang dihasilkan dibuat menjadi 3 formula salep dengan konsentrasi  10%, 15%, dan  20 %. Hasil uji dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Formula I (10 %) mampu memenuhi semua sifat fisik salep yang baik. Formula II (15 %) dan Formula III (20%)  tidak mampu memenuhi sifat fisik daya lekat salep.  Daya hambat pertumbuhan bakteri untuk formula  10 %, 15%, dan 20 % secara berurutan adalah 4,3 mm, 6,7 mm dan 10 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa salep dengan  konsentrasi ekstract 10 % memenuhi kriteria  sifat fisik salep yang terbaik dan   salep dengan konsentrasi ekstrak 20 % memilki anti bakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang paling efektif.

 

Kata kunci : Ekstrak daun katuk, uji sifat fisik salep, uji efektivitas antibakteri, Staphylococcus aureus

Abstract

Earlier studies have found that the leaf katuk (Sauropus androgynus L (Merr.)) Contains tannins, saponins, flavonoids, and alkaloids that are capable of providing antibacterial effects. The purpose of this study was to determine the concentration of katuk leaf extract that most meet the criteria of physical properties of good ointment and effective staphylococcus aureus growth inhibition. The research method used was experimental, 100ml katuk leaf simplicia was extracted by maseration method using ethanol 70%. The resulting extracts were made into 3 ointment formulas with concentrations of 10%, 15%, and 20%. The test results were analyzed by One Way ANOVA. The results showed that Formula I (10%) was able to meet all physical properties of good ointment. Formula II (15%) and Formula III (20%) were not able to meet the physical properties of  attachment power of ointment. The inhibitory properties of bacterial growth for the 10%, 15%, and 20% formulas are respectively 4.3 mm, 6.7 mm and 10 mm. The conclusion of this study is that an ointment with extract concentration of 10% meets the criteria of the best physical properties of ointment and an ointment with a concentration of 20% extract has the most effective anti-bacterial to Staphylococcus aureus bacteria.

Keywords: Sauropus androgynus (L) Extract, physical properties of ointment test , antibacteriatest,Staphylococcusaureus.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.